Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di era yang serba cepat ini, informasi dapat begitu mudahnya tersebar ke seluruh penjuru dunia. Sisi buruknya, seringkali terdapat berita-berita palsu atau hoax yang memenuhi media, dan masyarakat terlanjur percaya terhadap itu.

 Tidak hanya berita, hal-hal yang sama juga terjadi pada fakta-fakta suatu ilmu pengetahuan. Seperti mitos tentang teh yang diseduh dalam poci dapat bertahan hingga 24 jam, minuman jus bisa menghilangkan rasa haus, serta masih banyak lagi.

 Tentu saja kopi juga memiliki mitos-mitos yang ternyata sudah dipercaya turun-temurun oleh sebagian orang awam.  Untungnya, kini beberapa dari mitos-mitos itu sudah terbukti tidak benar.

 Mau tahu apa saja mitos-mitos tersebut? Nih, ini dia!

1. Kopi adalah hasil komoditas paling laris kedua di dunia 


 Banyak yang mengira bahwa kopi merupakan hasil komoditas paling laris kedua di dunia, setelah minyak. Hal ini diprediksi dari tingkat konsumsi kopi masyarakat dunia yang mencapai 1,6 miliar cangkir perharinya. Bahkan, direktur dari Starbucks juga mengklaim akan kebenaran hal ini.

 Nyatanya, pasar kopi tidak mencapai angka setinggi itu. Walaupun memang benar, pada tahun 1970-an kopi termasuk komoditas yang paling banyak dicari dan diperdagangkan. Tetapi itu dulu. Kini, kopi hanya bernilai 1/4 saja dari harga pasar tembaga dan minyak. 


2. Kopi harus disimpan di kulkas untuk kesegaran yang lama


 Pernah nggak menemukan tulisan 'simpan di tempat terbuka' atau 'simpan di lemari es untuk kesegaran yang lama' pada kemasan kopi yang kamu beli? Pastinya sering, bukan? Rata-rata, di kemasan minuman instan memang sering terdapat tulisan rekomendasi tempat penyimpanan, termasuk pada kemasan kopi.

 Padahal faktanya, menyimpan kopi di kulkas bukanlah hal yang bagus untuk kesehatan kopi itu sendiri. Kelembaban kulkas akan membuat kopi menyerap air, sehingga bisa menjadikannya lebih cepat basi. Makanya, daripada disimpan di kulkas, lebih baik taruh kemasan kopimu di tempat yang sejuk dan kering, deh. Agar kesegaran kopi bisa bertahan lama.

3. Kopi dapat memulihkan rasa mabuk

 Mitos ini masih banyak dipercaya oleh sebagian besar orang, terutama bagi mereka yang merupakan pemabuk berat. Kopi dianggap mampu membuat tubuh tersadar dari efek alkohol, dan menambah energi yang terkuras akibat kelelahan.

 Sayangnya, mitos ini tidak benar adanya. Kafein tidak dapat mengubah konsentrasi alkohol pada darah manusia. Artinya, kopi tidak bisa berperan banyak dalam menyadarkan tubuh dari efek mabuk yang dihasilkan oleh alkohol. Kopi hanya mampu menutupi sedikit rasa lelah dan memberikan kesegaran sementara. 

4. Semakin gelap warna biji kopi, semakin kuat pula rasanya 


 Mitos terakhir adalah tentang warna dari biji kopi tersebut. Banyak yang percaya bahwa jika warna biji kopi begitu pekat, maka rasanya akan terasa lebih kuat. Ini berarti, proses pemanggangan biji sangat mempengaruhi rasa dan kualitas kopi yang dihasilkan. 

 Mitos ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, sebab suhu pemanggangan juga dapat mempengaruhi perubahan kadar kafein yang terkandung pada kopi. Tetapi, itu hanya akan terjadi jika suhu melebihi 315° C, sementara pada umumnya kopi tidak dipanggang hingga suhu 250° C. Jadi, kesimpulannya tidak ada perubahan yang berarti pada warna ataupun rasa kopi tersebut.







 Pernah dengar minuman yang satu ini? Mungkin di Indonesia, minuman ini kurang populer keberadaannya. Apa sebabnya, ya? Apa karena namanya yang terdengar asing? Atau rasanya yang aneh? Atau?

 Ya, Chicory Coffee memang lebih populer di negara-negara barat. Minuman yang awalnya berasal dari Perancis ini ditemukan pada tahun 1800-an. Kala itu, sedang terjadi krisis besar-besaran terhadap bubuk kopi.

 Lantas, apa sih sebenarnya Chicory Coffee itu?

Apa itu Chicory Coffee?


 Pada dasarnya, minuman ini sama saja seperti kopi, baik dari cara pembuatan dan penampilan. Dibuat dari akar tumbuhan chicory, proses pembuatannya hampir mirip dengan kopi pada umumnya. Tanaman ini dipanggang, ditumbuk lalu diseduh menjadi sebuah minuman hangat.

 Rasanya pun juga serupa seperti kopi, hanya saja terasa lebih kekayuan dan kekacang-kacangan.

 Satu hal yang membuatnya berbeda dari kopi biasa, Chicory Coffee tidak mengandung kafein sama sekali. Jika secangkir kopi pada umumnya mengandung kafein hingga 95 milligram, hal ini tidak berlaku pada si chicory.

 Ini tentu saja disebabkan dari bahan dasar kedua minuman yang benar-benar berbeda. Tanaman Chicory tidak mengandung kafein secara alami, sungguh berbanding terbalik jika dibandingkan dengan biji kopi.

 Chicory Coffee biasa disajikan layaknya tipikal minuman hangat kebanyakan, ataupun dicampur dengan kopi reguler untuk menambah cita rasa.

 Apa saja manfaat minuman ini?

 Kopi chicory terbuat dari akar chicory yang dicincang dan dipanggang, yang mengandung serat inulin, mangan, dan vitamin B6.
 Selain mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, kopi chicory juga merupakan sumber inulin yang baik, sehingga dipercaya dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan usus.

 Lalu apa saja manfaat minuman unik ini bagi tubuh manusia?
  •  Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
 Beberapa penelitian terhadap chicory menunjukkan bahwa minuman ini dapat membantu meningkatkan kinerja usus dan mengurangi sembelit. Inulin yang terkandung di dalamnya juga bisa menghasilkan bakteri baik yang menguntungkan usus.
  • Menurunkan Gula Darah
 Serat inulin yang terdapat di akar chicory juga terbukti bisa membantu mengatur kadar gula darah pada manusia dan hewan.
  • Mengurangi Peradangan (Pada Hewan)
 Sejumlah penelitian tentang pengaruh tanaman chicory terhadap hewan, menemukan bahwa tanda-tanda penyakit peradangan bisa diatasi dengan mudah berkat tanaman ini.

 Apakah Chicory Coffee Aman Dikonsumsi Semua Orang?

 Sayangnya, tidak. Meskipun bebas kafein dan memiliki banyak manfaat, minuman ini bisa memicu munculnya alergi, menimbulkan rasa sakit, bahkan menyebabkan pembengkakan pada mulut bagi sebagian orang.

 Selain itu, chicory coffee juga tidak dianjurkan untuk diminum oleh wanita hamil, karena telah terbukti dapat memicu keguguran dan pendarahan menstruasi.

 Jadi, jika kamu merasa mengalami hal-hal yang dirasa kurang enak di tubuh setelah mengonsumsi chicory coffee, segera hentikan meminum dan konsultasikan ke dokter.


 Bagaimana, penasaran nggak sama rasanya chicory coffee?



















 Budaya ngopi di negara kita memang khas sekali, tak pernah pudar dari generasi ke generasi. Hingga saat ini, ritual ngopi masih sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tingkat pengonsumsi kopi di Indonesia menambah 7 persen di tahun kemarin, dan diperkirakan akan terus bertambah.

 Kalau itu di Indonesia, lalu bagaimana dengan negara-negara lainnya? Ternyata, antusiasme penduduk dunia pada kopi juga sangat besar, lho! Negara mana saja, ya? Yuk lihat dibawah ini!

10. Kanada


 Negara yang terletak di Benua Amerika utara ini terkenal dengan orang-orangnya yang ramah, suhu dingin yang bersahabat, serta lahannya yang begitu luas untuk ditinggali. Tak hanya itu, orang Kanada juga suka banget ngopi. Alasan terkuat ngopi adalah hobi mereka, tak lain dan tak bukan yaitu karena faktor cuaca.

 Fyi, musim dingin disana lebih lama dibanding negara-negara lainnya, lho. Makanya, rasanya gak heran kalau kopi jadi minuman hangat paling populer disana. Rata-rata, penduduk Kanada mengonsumsi 6.2-6.5 kg kopi per tahunnya.

9. Luksemburg

 Walau negaranya kecil nan mungil, Luksemburg tidak pernah kehilangan para pecinta kopinya. Mengapa bisa begitu? Sebab, sekitar 60 persen penduduk negara ini bekerja di luar kota bahkan negara, seperti Prancis, Belgia ataupun Jerman. Hal ini membuat mereka harus bepergian menggunakan kereta setiap harinya, sehingga kopi menjadi minuman favorit pelepas lelah di kantor. 

 Terlepas dari itu, harga biji kopi disana juga murah meriah jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Warga Luxembourg biasa meminum kopi sebanyak 6.5 kg dalam setahun.


8. Belgia 



Meskipun negara ini terkenal dengan budaya meminum bir yang kental, ngopi masih menjadi kegiatan favorit bagi sebagian besar penduduknya. Biasanya, mereka meminum 1.35 cangkir per harinya, sembari ditemani sepotong waffle hangat dengan balutan saus coklat dan potongan stroberi diatasnya. Kedengarannya nikmat sekali, ya?

 Tingkat konsumsi kopi di negara ini sedikit lebih banyak dari negara tetangganya Luksemburg, yaitu 6.8 kg per kapita dalam setahun.

7. Swiss


 Negara selanjutnya masih dari Eropa, tepatnya Eropa tengah. Yap, masyarakat Swiss atau Switzerland sangat menggemari  kopi. Mereka bisa meminum 2 sampai 5 cangkir kopi perhari, dan menghabiskan sekitar 20 hingga 50 dolar per minggu hanya untuk nongki-nongki asyik di kafe. Luar biasa, bukan?  Maklum, namanya juga negara serba mahal. Lagipula, budget segitu bagi mereka (mungkin) dianggap normal-normal saja.

 Kopi favorit mereka adalah 'kaffee-crème', yaitu sejenis espresso yang agak mirip dengan Americano. Kopi ini diklaim asli buatan negara tersebut. Adapun tingkat konsumsi rata-rata masyarakat per tahunnya, yaitu sekitar 7.9 kg per kapita. 


6. Swedia 


 Di Swedia, ada sebuah kebiasaan unik bernama 'Fika'. Secara harfiah, Fika berarti 'ngopi', atau ngumpul-ngumpul di waktu kerja untuk ngemil dessert dan meminum kopi. Gampangnya, Fika itu quality time nya orang Swedia. Kita bebas untuk bercengkerama, melepas lelah sembari menikmati hidangan ringan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Kini, budaya unik ini sudah banyak ditiru masyarakat dunia.

 Rasa cinta orang Swedia terhadap kopi sangatlah besar, sehingga mereka bisa mengonsumsi hingga 8.2 kg bubuk kopi per tahunnya.

5. Belanda


 Masih di Eropa, nih. Negeri kincir angin ini juga memiliki budaya ngopi yang hampir mirip dengan Swedia. Kayak sejenis coffee break gitu, lho. Di sela-sela kesibukan kerja, mereka akan menyempatkan sedikit waktu untuk menyeruput secangkir kopi, atau biasa mereka sebut "Koffietijd". Kopi dihidangkan bersama-sama dengan biskuit dan cake, baik di rumah sendiri maupun di tempat kerja.

 Pada umumnya, masyarakat Belanda meminum 1.84 cangkir kopi per harinya. Jika ditotal, banyaknya bubuk kopi yang dikonsumsi per orangnya adalah sekitar 8.4 kg dalam setahun.

4. Denmark


 Pernah dengar julukan 'Negara terbahagia di dunia'? Well, itu tak lain adalah sebutan bagi Denmark. Kita dapat menemui banyak sekali kedai kopi yang tersebar di setiap sudut Denmark, khususnya di kota-kota besar seperti Copenhagen. Ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta warga negara ini terhadap kopi, mengingat musim dingin Skandinavia cukup menusuk tubuh.

 Cara penghidangan kopi mereka juga sama seperti negara-negara Skandinavia pada umumnya. Kopi hangat disajikan bersama biskuit, cake dan sandwich di setiap jam makan.

 Ngomong-ngomong soal harga, kopi disana termasuk yang termahal ke-6 di dunia, lho. Kamu harus rela merogoh kocek sebesar 34 krone atau setara 73 ribu rupiah hanya untuk secangkir cappucino. Meskipun begitu, masyarakat Denmark nggak segan-segan untuk ngeluarin duitnya cuma buat ngopi, bahkan mereka bisa menghabiskan 8.4 kg bubuk kopi per tahunnya.

3. Islandia 


 Satu lagi negara Nordik yang berjulukan Land of Ice and Fire, Islandia adalah salah satu negara pengonsumsi kopi terbanyak. Di negara yang waktu siangnya cenderung pendek ini, kopi adalah minuman favorit banyak orang sebagai peredam dari dinginnya suhu udara yang menusuk tubuh. Masyarakat Islandia bahkan bisa menghabiskan hingga 5 cangkir kopi per harinya!

 Uniknya, disana tidak ada gerai kopi paling fenomenal di dunia; Starbucks. Sebagai gantinya, kamu bakal dengan mudahnya menemukan kedai teh dan kopi di setiap sudut kota, berdekatan satu dengan lainnya. Begitu besarnya rasa suka orang Islandia terhadap kopi, sehingga mereka bisa mengonsumsi hingga 9 kg bubuk kopi per tahunnya. Jumlah yang sungguh masif, bukan?

 2. Norwegia


 Norwegia sungguh gila-gilaan dalam hal kopi-mengopi. Dalam setahun, mereka bisa menghabiskan hingga 9.9 kg bubuk kopi per kapita! Mau lihat buktinya? Datang saja ke Oslo, dan dalam sekejap kamu bisa tahu mengapa. Hampir seluruh kedai kopi disana buka 24 jam setiap hari, dan kamu akan selalu melihat orang yang sedang memegang segelas kopi di genggamannya.

 Kaffe, kopi khas Norwegia, pada umumnya disajikan pada waktu sarapan dan makan malam. Layaknya negara-negara benua Eropa lainnya, kopi dihidangkan bersama-sama makanan ringan atau dessert. Kopi hitam pekat adalah jenis yang paling best seller disana.

1. Finlandia 


 Selamat datang di negara pengonsumsi kopi terbanyak di dunia! Di Finlandia, meminum 8 sampai 9 cangkir kopi per hari adalah hal yang umum. Bagaimana bisa kebiasaan ini muncul? Jawabannya, kondisi cuaca adalah faktor utama. Pada musim dingin, suhu udara bisa mencapai minus 40 derajat celcius di bagian Finlandia utara, yang mana membuat banyak orang lebih memilih untuk berdiam diri di rumah sambil menghangatkan tubuh dengan menyeruput secangkir kopi hangat. Sedangkan, pada musim panas, es  kopi lebih populer ketimbang minuman-minuman dingin lainnya.

 Hal inilah yang membuat Finlandia dinobatkan sebagai negara yang paling mencintai kopi. Bagaimana tidak, dalam setahun jumlah bubuk kopi yang dihabiskan per kapitanya dapat mencapai 12 kg! Btw, 12 kg itu bukan jumlah terbanyak, ya. Bagi masyarakat Finland, jumlah segitu hanyalah angka mininum dari rata-rata tingkat konsumsi mereka. Benar-benar negara pecinta kopi sejati!

 Itulah dia negara-negara yang demen banget ngopi. Dari 10 list diatas, mana nih yang paling pengen kamu kunjungi?





 Ngopi di pagi hari tuh emang moodbooster banget, sumber kebahagiaan. Baru bangun tidur, rasanya mata ogah melek kalau belum ngopi. Akhirnya, ngopi di pagi hari jadi kebiasaan deh. Apakah kamu juga termasuk penikmat kopi di pagi hari?

 Eh, tunggu dulu. Meminum kopi selepas bangun tidur di pagi hari memang nikmat, tetapi tahukah kamu bahwa itu adalah kebiasaan yang kurang sehat?

 Pagi buta bukanlah waktu yang ideal untuk ngopi


 Benar sekali, meminum kopi terlalu pagi bukanlah kebiasaan yang bagus. Sebab, pada waktu ini tubuh sedang memproduksi hormon kortisol, yang berfungsi meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan.

 Peningkatan hormon ini terus terjadi hingga mencapai puncaknya pada pukul 8 sampai 9 pagi. Sehingga, meminum kopi pada rentan waktu-waktu tersebut bukanlah hal yang bagus untuk tubuh.

 Jadi, kalau kamu berniat meminum kopi untuk menyegarkan pikiran setelah bangun tidur, sebaiknya tunggu dulu hingga pukul 9 pagi keatas, ya. Soalnya, waktu tersebut lebih efektif ketimbang terlalu pagi, baik untuk kesehatan tubuh maupun yang lainnya.

 Pertengahan hari juga bukan waktu yang tepat


 Selain pukul 08.00-09.00 pagi, puncak peningkatan hormon kartisol juga terjadi pada pukul 12.00-01.00 siang, serta pukul 05.30-06.30 sore. Sama halnya seperti di pagi hari, di waktu-waktu ini tubuh kita-manusia, sedang dalam tingkat konsentrasi dan kewaspadaan yang tinggi. 

 Artinya, meminum kopi pada waktu-waktu diatas adalah perbuatan yang agak 'sia-sia'. Lah kok bisa? Bukan, sia-sia disini bukan perbuatan dosa, koq. Maksudnya, mengonsumsi kafein di saat jam-jam tersebut kurang pas, sebab tubuh otomatis sudah 'membuat melek' dan menyegarkan pikiran.

 Lantas, kapan waktu terbaik untuk meminum kopi?

  
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa meminum kopi di waktu-waktu yang telah disebutkan diatas bukanlah hal yang tepat. Sebaiknya, kopi diminum tepat setelah jam-jam dimana hormon kartisol meningkat, yaitu:
  •  Antara pukul 9 pagi hingga 11.30 siang.
  •  Pukul 1 siang hingga 5 sore.
 Di waktu-waktu inilah kafein dapat berfungsi secara produktif pada tubuh. Selain untuk menghindari tabrakan dengan puncak peningkatan hormon kartisol, meminum kopi di beberapa waktu tersebut juga bagus untuk meningkatkan tingkat fokus dan konsentrasi.

Bagaimana dengan malam hari?


 Nah, tadi kan yang pagi, siang sama sore tuh. Terus gimana dengan ngopi di malam hari? Pasti nikmat banget yah, ngopi anget-anget habis capek-capek  kerja atau sekolah seharian. 

 Sayangnya, meminum kopi di malam hari juga buruk untuk kesehatan. Kandungan kafein yang terdapat pada kopi dapat merusak pola dan kualitas tidur. Hal ini sudah banyak dibahas oleh para ilmuwan, dan tak ada yang berani membantah bahwa kopi sebelum tidur adalah penyebab utama gejala insomnia.

 Itulah dia waktu-waktu terbaik untuk meminum kopi. Usahakan untuk selalu meminumnya di waktu yang tepat, ya. 


 












 Di era millenium ini, budaya ngafe di kalangan anak muda rasanya sudah sangat umum. Mulai dari warkop pinggir jalan, kedai kopi tua ala Eropa sampai kafe-kafe ternama di pusat kota, semua tak luput dari kunjungan para pecinta minuman berkafein berwarna pekat ini.

 Rata-rata, para pengunjung setia kafe mayoritas merupakan kalangan pelajar SMA keatas. Bagi mereka, ngafe adalah suatu rutinitas bergengsi yang wajib dilakukan entah setiap minggu atau bulannya. Jangan-jangan, kamu termasuk salah satunya?

 Tenang saja, nggak ada yang salah kok, jadi anak kafe. Asalkan, kegiatan ngopi bisa bermanfaat dan tidak menyia-nyiakan waktu.

 Tentunya, para anak kafe ini memiliki identitas tersendiri, yang bisa dilihat dari hal-hal dibawah ini.

1. Buku kumpulan sajak


 Bagi anak kafe, sajak merupakan bagian dari hidup yang tidak bisa dipisahkan. Karya sastra satu ini benar-benar berarti bagi mereka, terutama pada kategori filosofi hidup atau romansa. Pengarang favorit mereka nggak bakal jauh-jauh dari Fiersa Besari, Boy Candra dan sebangsanya. 

 Oh, tentu saja bukan hanya untuk caption Instagram, sajak bagi mereka lebih dari sekedar itu. Pokoknya, hidup mereka bakal terasa hampa tanpa kata-kata bermakna! Seringnya, sajak tersebut berkaitan dengan rindu, senja dan arti dari hidup yang sesungguhnya. 

Aku ingin hidup berkecukupan, cukup dengan merindukanmu setiap hari. 
Rindu teroos, kapan kerjanya bambang?

2. Kamera 


 Nggak tau kenapa sih ya, kayaknya benda ini wajib banget dibawa setiap kali bepergian, tak terkecuali ke kafe. Rasanya, semua momen itu berharga, sayang sekali kalau dilewatkan. Apalagi jika kafe yang dituju berasitektur unik, aestetik, instagrammable pula. Sayang banget kan, kalau nggak diabadikan?


  via Instagram @kopituju

  Jenis kamera yang dipakai kebanyakan adalah mirrorless, secara bentuknya yang vintage banget dan kesimpelannya dalam penggunaannya. Tapi nggak jarang juga sih yang pakai jenis SLR, bahkan kamera analog yang belakangan ini mulai ngetren lagi. 

 Kalau kamu, apa nih jenis kamera favoritmu? Sebenarnya kamera hp juga sudah lebih dari cukup, kok. Asalkan teknik pengambilan foto dan komposisi cahayanya tepat, fotomu sudah bisa sebagus kamera canggih, lho. Kalau mau tahu lebih lengkap, bisa dilihat disini ya gans.

3. Lagu-lagu indie


Perkembangan musik indie di Indonesia semakin merajarela, terbukti dari munculnya band-band tanpa record label yang melejit namanya akhir-akhir ini. Sebut saja Payung Teduh, Fourtwnty, Efek Rumah Kaca, serta Dialog Senja. Lantas, apa kaitannya musik indie dengan anak kafe?

 Begini, band-band indie tak pernah lepas dari yang namanya unik nan anti mainstream, entah pada lirik, judul ataupun makna dari lagu itu sendiri. Seolah-olah, musik indie adalah media pembuktian para musisi yang berpikiran tidak biasa, melawan arus segala kenormalan dunia.

fourtwnty, via jadiberita.com

 Makanya, nggak heran deh rasanya kalau hampir tiap kafe yang ada di seluruh pelosok Nusantara menyetel lagu-lagu dari band indie di setiap harinya. Sebab, kaum millennial senang terhadap sesuatu yang baru dan abstrak, terlebih pada selera musik.

4. Motor klasik


 Tingkat kegengsian anak kafe tuh bisa dilihat dari usia motor miliknya. Semakin tua, maka semakin klasik pula kesan yang dihasilkan. Tahu sendiri kan, anak-anak muda sekarang begitu terobsesi sama benda-benda jadul, tak terkecuali motor.  Bisa nebak nggak, motor jadul apa yang paling fenomenal di kalangan kaum millennial? Yap, apalagi kalau bukan Vespa! Mulai dari seri terlawas sampai terbaru, motor ini tak pernah kehilangan pamornya. Desainnya yang asik membuatnya menjadi idaman para pecinta motor klasik.

 Nggak cuma Vespa, masih banyak lagi motor-motor jadul nan klasik yang belum kehilangan peminatnya kayak Astrea, Cafe Racer, bahkan Harley.

5. Fashion brand lokalan


 Satu hal yang bener-bener keren dari anak kafe, mereka cinta mati sama produk lokal. Apalagi soal fashion, brand-brand asli Indonesia tak pernah luput dari incaran mereka. Ini mereka lakukan bukan semata-mata cuma buat gaya doang, lho. Selain bisa meningkatkan devisa negara, mendukung dan membeli produk lokal juga bisa menghemat pengeluaran.

 Oleh karena itu, jangan pernah malu untuk membeli barang-barang lokal, ya! Kurang-kurangin belanja produk-produk luar, siapa tahu rupiah bisa kembali menguat!

6. Suasana senja




A post shared by Ora'ngiro Coffee Shop (@orangiro_coffee) on
 Kopi, senja, sendu, rindu, senja. Lah kok, senja lagi. Mau sampai kapan para pecinta kopi berhenti mengagumi kesyahduan dalam binar-binar jingga langit menjelang maghrib? Jawabannya tidak ada yang tahu. Tapi yang pasti, tak ada seorangpun yang membenci senja.


  Gimana, udah ngerasa jadi anak kafe belum? Pokoknya, kamu belum bisa dikatakan menjadi anak kafe kalau belum familiar sama hal-hal diatas!

 Haha, nggak kok, bercanda. Menurut kamu, apa sih definisi dari anak kafe itu?




 Biasanya, prosedur pembuatan kopi akan menghasilkan ampas kopi, atau yang biasa disebut letek oleh orang Jawa. Banyak orang menganggap bahwa ampas ini tidak berguna, sehingga mereka selalu membuangnya setelah selesai menyeduh kopi. Padahal tau nggak, kalau ampas kopi ternyata memiliki banyak sekali manfaat?

 Kamu mungkin bakalan berpikir dua kali sebelum membuang ampas kopi, setelah membaca hal-hal dibawah ini.

1. Membersihkan dan Melindungi Kulit

 Pada ampas kopi, terdapat partikel-partikel kasar yang dapat berfungsi sebagai penghilang kotoran dan sel-sel mati pada kulit manusia. Tidak hanya kulit wajah, lengan atau kaki, ampas kopi juga bisa membantu mengelupas kulit bibir yang kering.

 Sifat antioksidan yang terkandung di kafein juga dapat  membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat teriknya sinar matahari. Apalagi, ampas kopi bisa meningkatkan aliran darah, yang mana bisa menjaga kesehatan kulit. 

 Jadi, kalau kamu nggak punya uang buat beli produk-produk skincare, pakai ampas kopi aja. Caranya gampang, cukup campurkan ampas kopi dengan air atau minyak kelapa, terus usapin deh ke seluruh badan.

2. Menetralisir Udara Dari Bau Busuk

  Pernah nggak sih, merasa terusik oleh bau busuk dari benda-benda yang ada di rumahmu? Misalnya bau ikan busuk yang belum dibuang seminggu di kulkas, atau bau sepatu yang kebasahan gara-gara kehujanan waktu jogging sore. Pastinya sebel ya, secara bisa bikin hidung kempes dan nafsu makan menurun. 

  Tapi tenang saja, bau-bau busuk tersebut ternyata bisa dibasmi oleh ampas kopi, lho! Soalnya, di ampas kopi terkandung nitrogen, yang dapat membantu menyerap dan menghilangkan gas sulfur berbau busuk di udara.

 Cara penerapannya mudah banget. Kamu cukup meletakkan ampas kopi tersebut dalam suatu wadah seperti mangkuk, pot ataupun yang lainnya. Lalu taruh di tempat-tempat berbau busuk tadi. Dijamin deh, baunya bakal hilang dalam sekejap!

 3. Menyuburkan Tanaman 

  Buat kamu yang hobi berkebun, sudah pastikan tanamanmu tumbuh dengan subur? Banyak cara yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman, salah satunya adalah dengan memberikan micin pupuk. 

 Tahu nggak sih, selain pupuk, ampas kopi juga dapat berperan sebagai penyubur tanaman lho! Kok bisa? Sebab, ampas kopi mengandung nitrogen, kalsium, kalium, besi, fosfor, magnesium, dan kromium yang bagus untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, mineral-mineral tersebut dapat pula menyerap logam berat yang dapat mencemari tanah.

  Metode penggunaan ampas kopi sebagai alternatif pupuk ini sudah banyak digunakan, sebab dianggap simpel dan efisien. Cukup taburkan sejumlah bubuk ampas kopi ke tanah, maka siap-siap saja terkaget melihat perkembangan tumbuhanmu!

4. Pengusir Serangga 

  Siapa sih yang nggak terganggu sama serangga-serangga usil yang suka menyelinap ke dalam rumah? Kayak nyamuk, lebah ataupun tawon. Pastinya terganggu banget, ya. Apalagi bagi yang tinggal di dekat kebun atau sawah. 

 Nah, buat kamu yang bingung bagaimana cara mengatasinya, bisa gunakan ampas kopi. Senyawa kafein dan diterpen yang terkandung di dalamnya sangatlah beracun bagi serangga.

 Caranya mudah, kamu tinggal menaburkan bubuk ampas kopi di tempat yang diinginkan. Misalnya di teras, luar jendela dan lain-lain.

 Bahkan, bukan cuma serangga, hama-hama pun akan ketakutan jika kamu taburkan ampas kopi pada lingkungan sekitar tanamanmu.


5. Meningkatkan Pertumbuhan Rambut

 Punya masalah dengan pertumbuhan rambut? Sebuah studi menemukan bahwa ampas kopi juga dapat membantu merangsang perkembangan rambut manusia, lho. Artinya, menggunakan ampas kopi sebagai alternatif sampo merupakan pilihan yang tepat. Terlebih, jika seandainya kamu belum menemukan jenis sampo yang cocok untuk rambut menawanmu.

 Untuk cara penggunaannya, sama saja dengan sampo. Ambil segenggam bubuk ampas kopi, lalu usap dan pijat-pijat selama beberapa menit. Terus bilas, deh. Biar hasilnya maksimal, lakukan ini satu sampai 2 kali per minggu ya, sebelum keramas.

   Itulah beberapa manfaat dari ampas kopi yang jarang diketahui. Siapa sangka, ternyata selain dijadikan minuman, kopi juga memiliki banyak fungsi yang cukup berguna di kehidupan sehari-hari.  

 Lain kali, jika kamu membuat kopi dan menyisakan ampasnya, lebih baik jangan dibuang. Kan sayang, kalau nggak diterapkan ke salah satu ide diatas.
 


 




 Bagi kamu para penggemar kopi sejati, pastinya punya dong varian favorit minuman ini. Apa saja nih yang kamu suka? Coffee latte? Cappucino? atau mungkin Mocha? Mungkin bagi kebanyakan orang, kopi dengan rasa yang manis lebih cocok dan enak di lidah.

 Lain lagi halnya dengan varian kopi pahit seperti Americano dan Espresso. Kopi jenis ini cenderung kurang populer di kalangan orang awam, tetapi lebih digandrungi oleh mereka yang agak 'expert' dalam dunia perkopian.

 Sebenarnya, tidak ada salahnya berbeda dalam memilih varian minuman kopi. Semua tergantung pilihan masing-masing orang. Tapi tahu tidak, kalau kopi itu lebih baik diminum tanpa gula? Berikut beberapa alasannya:

Dapat merusak pola diet

  Tahu nggak, kalau ternyata kopi itu bagus buat diet? Kalau belum, coba baca dulu deh di disini. 
Disitu dijelaskan, bahwa kafein yang terdapat pada kopi bisa membantu pembakaran lemak, lho. Tapi dengan syarat, kopi tersebut dikonsumsi tanpa gula tambahan, ya. 

 Kenapa sih harus tanpa gula? Bisa dibilang, minum kopi dengan gula sama saja dengan menambah kalori. Bayangkan, dalam satu sendok teh gula saja terkandung kira-kira 20 kalori. Gimana kalau 3 sendok? Itu baru sekali, gimana kalau minum 3 kali sehari dalam seminggu? Nggak bisa dibayangin deh berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh.

 Oleh karena itu, mulai sekarang kurang-kurangin deh minum kopi pakai gula. Kalau belum terbiasa, bisa tambahkan madu atau stevia. Tapi tetap saja, kopi yang paling bagus dan sehat untuk diet adalah kopi yang tidak ditambahkan pemanis apapun.


Merusak cita rasa asli kopi


 Pada dasarnya, kopi murni memiliki rasa yang khas pada masing-masing jenisnya. Misalnya saja Robusta  yang cenderung pahit, atau Arabika yang tingkat pahitnya lebih rendah dan sedikit manis. Lain lagi halnya kalau sudah dicampur dengan gula. Semua cita rasa kopi murni akan hilang perlahan-lahan, lalu digantikan dengan rasa yang agak berbeda dari sebelumnya.

 Makanya, kalau pengen tahu gimana rasanya kopi murni, jangan tambahin gula. Yakin deh, rasa pahit itu bakal terasa lebih enak jika kita benar-benar menikmatinya.

Kopi tanpa gula dapat menjaga otak agar tetap aktif


Kopi tanpa gula juga bagus untuk meningkatkan memori, serta menjaga otak agar tetap aktif bekerja. Bahkan, penyakit dimensia Alzheimer juga bisa dilawan dengan kopi, lho. Energi dan suasana hati juga dapat ditingkatkan dengan meminum kopi (ingat, tanpa gula!).

 Itulah 3 alasan mengapa kopi lebih baik dikonsumsi tanpa gula. Mulai sekarang, coba deh minum kopi tanpa gula. Meminum kopi murni 2 kali sehari bisa membantu melawan penyakit Parkinson dan bikin lebih bahagia, lho!