6 Hal Yang Nggak Bisa Dilepaskan Dari Anak Kafe


 Di era millenium ini, budaya ngafe di kalangan anak muda rasanya sudah sangat umum. Mulai dari warkop pinggir jalan, kedai kopi tua ala Eropa sampai kafe-kafe ternama di pusat kota, semua tak luput dari kunjungan para pecinta minuman berkafein berwarna pekat ini.

 Rata-rata, para pengunjung setia kafe mayoritas merupakan kalangan pelajar SMA keatas. Bagi mereka, ngafe adalah suatu rutinitas bergengsi yang wajib dilakukan entah setiap minggu atau bulannya. Jangan-jangan, kamu termasuk salah satunya?

 Tenang saja, nggak ada yang salah kok, jadi anak kafe. Asalkan, kegiatan ngopi bisa bermanfaat dan tidak menyia-nyiakan waktu.

 Tentunya, para anak kafe ini memiliki identitas tersendiri, yang bisa dilihat dari hal-hal dibawah ini.

1. Buku kumpulan sajak


 Bagi anak kafe, sajak merupakan bagian dari hidup yang tidak bisa dipisahkan. Karya sastra satu ini benar-benar berarti bagi mereka, terutama pada kategori filosofi hidup atau romansa. Pengarang favorit mereka nggak bakal jauh-jauh dari Fiersa Besari, Boy Candra dan sebangsanya. 

 Oh, tentu saja bukan hanya untuk caption Instagram, sajak bagi mereka lebih dari sekedar itu. Pokoknya, hidup mereka bakal terasa hampa tanpa kata-kata bermakna! Seringnya, sajak tersebut berkaitan dengan rindu, senja dan arti dari hidup yang sesungguhnya. 

Aku ingin hidup berkecukupan, cukup dengan merindukanmu setiap hari. 
Rindu teroos, kapan kerjanya bambang?

2. Kamera 


 Nggak tau kenapa sih ya, kayaknya benda ini wajib banget dibawa setiap kali bepergian, tak terkecuali ke kafe. Rasanya, semua momen itu berharga, sayang sekali kalau dilewatkan. Apalagi jika kafe yang dituju berasitektur unik, aestetik, instagrammable pula. Sayang banget kan, kalau nggak diabadikan?


  via Instagram @kopituju

  Jenis kamera yang dipakai kebanyakan adalah mirrorless, secara bentuknya yang vintage banget dan kesimpelannya dalam penggunaannya. Tapi nggak jarang juga sih yang pakai jenis SLR, bahkan kamera analog yang belakangan ini mulai ngetren lagi. 

 Kalau kamu, apa nih jenis kamera favoritmu? Sebenarnya kamera hp juga sudah lebih dari cukup, kok. Asalkan teknik pengambilan foto dan komposisi cahayanya tepat, fotomu sudah bisa sebagus kamera canggih, lho. Kalau mau tahu lebih lengkap, bisa dilihat disini ya gans.

3. Lagu-lagu indie


Perkembangan musik indie di Indonesia semakin merajarela, terbukti dari munculnya band-band tanpa record label yang melejit namanya akhir-akhir ini. Sebut saja Payung Teduh, Fourtwnty, Efek Rumah Kaca, serta Dialog Senja. Lantas, apa kaitannya musik indie dengan anak kafe?

 Begini, band-band indie tak pernah lepas dari yang namanya unik nan anti mainstream, entah pada lirik, judul ataupun makna dari lagu itu sendiri. Seolah-olah, musik indie adalah media pembuktian para musisi yang berpikiran tidak biasa, melawan arus segala kenormalan dunia.

fourtwnty, via jadiberita.com

 Makanya, nggak heran deh rasanya kalau hampir tiap kafe yang ada di seluruh pelosok Nusantara menyetel lagu-lagu dari band indie di setiap harinya. Sebab, kaum millennial senang terhadap sesuatu yang baru dan abstrak, terlebih pada selera musik.

4. Motor klasik


 Tingkat kegengsian anak kafe tuh bisa dilihat dari usia motor miliknya. Semakin tua, maka semakin klasik pula kesan yang dihasilkan. Tahu sendiri kan, anak-anak muda sekarang begitu terobsesi sama benda-benda jadul, tak terkecuali motor.  Bisa nebak nggak, motor jadul apa yang paling fenomenal di kalangan kaum millennial? Yap, apalagi kalau bukan Vespa! Mulai dari seri terlawas sampai terbaru, motor ini tak pernah kehilangan pamornya. Desainnya yang asik membuatnya menjadi idaman para pecinta motor klasik.

 Nggak cuma Vespa, masih banyak lagi motor-motor jadul nan klasik yang belum kehilangan peminatnya kayak Astrea, Cafe Racer, bahkan Harley.

5. Fashion brand lokalan


 Satu hal yang bener-bener keren dari anak kafe, mereka cinta mati sama produk lokal. Apalagi soal fashion, brand-brand asli Indonesia tak pernah luput dari incaran mereka. Ini mereka lakukan bukan semata-mata cuma buat gaya doang, lho. Selain bisa meningkatkan devisa negara, mendukung dan membeli produk lokal juga bisa menghemat pengeluaran.

 Oleh karena itu, jangan pernah malu untuk membeli barang-barang lokal, ya! Kurang-kurangin belanja produk-produk luar, siapa tahu rupiah bisa kembali menguat!

6. Suasana senja




A post shared by Ora'ngiro Coffee Shop (@orangiro_coffee) on
 Kopi, senja, sendu, rindu, senja. Lah kok, senja lagi. Mau sampai kapan para pecinta kopi berhenti mengagumi kesyahduan dalam binar-binar jingga langit menjelang maghrib? Jawabannya tidak ada yang tahu. Tapi yang pasti, tak ada seorangpun yang membenci senja.


  Gimana, udah ngerasa jadi anak kafe belum? Pokoknya, kamu belum bisa dikatakan menjadi anak kafe kalau belum familiar sama hal-hal diatas!

 Haha, nggak kok, bercanda. Menurut kamu, apa sih definisi dari anak kafe itu?



Post a Comment

0 Comments